
Pacu Jawi adalah sebuah atraksi balapan yang dilakukan oleh petani untuk merayakan berakhirnya musim panen. Pacu Jawi bisa terbilang mirip dengan Karapan di madura, hanya saja yang membedakan adalah lokasinya. Lokasi dari Karapan adalah sawah yang kering, sedangkan Pacu Jawi berada di sawah basah.
Penjelasan permainan :
Seorang joki mengendarai sepasang sapi (atau jawi dalam bahasa Minang)
yang diapit oleh peralatan pembajak sawah sambil memegang
tali dan menggigit ekor kedua sapi. Dimana seorang joki akan dibekali alat
bajak pacu yang terbuat dari bambu sebagai alat berpijak sewaktu perlombaan dimulai.
Alat tersebut merupakan salah satu peralatan yang digunakan oleh petani untuk
membajak sawah. Kedua ekor sapi harus digigit ketika akan membuat lari sapi
lebih cepat, semakin kuat ekor kedua sapi itu digigit, semakin cepat pula sapi
itu berlari.
Pemenang pacu jawi adalah yang sepasang sapinya
dapat berlari paling lurus tanpa sedikitpun berbelok hingga ke garis akhir atau
garis finish. Biasanya dalam satu perlombaan akan terlihat banyak
sapi yang berbelok, bahkan adapula yang berpindah ke sawah lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar