Pertama-tama mari kita bahas usia produktif di Indonesia. Indonesia memiliki usia produktif 15-64 tahun. Yang artinya sudah ada anak berumur 15 tahun yang bekerja dan kebanyakan penduduknya berhenti bekerja saat mencapai 64 tahun, alias pensiun. Jumlah usia ini dianggap besar, terpengaruh dari angka kelahiran di Indonesia. Angka kelahiran di Indonesia sangatlah tinggi. Bahkan banyak orang tidak mampu yang memiliki 5 sampai 6 anak sekaligus. Kita semua tau bahwa di Indonesia ada ungkapan, "banyak anak, banyak rezeki". Hal ini membuat seseorang berpikir dan mempraktekkan demikian. Penduduk yang tidak mampu dan memiliki anak banyak inilah yang memaksa anaknya harus bekerja pada usia belasan tahun, sehingga usia produktif di Indonesia adalah 15-64 tahun. Walaupun usia produktif ini bagus, tapi belum tentu kualitas produktif tersebut juga bagus.
Sekarang kita lihat di negara Jepang. Sedikit sama dengan Indonesia, negara Jepang juga memiliki usia produktif 15-64 tahun. Namun orang jepang tidak memiliki pertumbuhan penduduk yang tinggi. Lagi-lagi hal seperti ini disebabkan karena pemikiran penduduk negara itu sendiri. Orang Jepang mempunyai pemikiran bahwa, "untuk apa mempunyai anak ? jika nanti ada kemungkinan anakku akan membuangku". Kira-kira seperti itu, ada beberapa orang jepang yang membuang orang tuanya saat tua di sebuah hutan. Orang tua yang lemah itu ditinggal di hutan dan dibiarkan sampai mati di sana. Mengerikan ? memang. Lanjut lagi ke perbandingannya, orang Jepang terkenal dengan kualitas produktifnya. Mereka sangat memperhatikan dan menghargai proses dan mempertahankan hasil produk.
perkiraan 20 tahun kemudian :
-Indonesia : Usia produktif akan tetap sama dan pertumbuhan penduduk mungkin akan berubah karena adanya KB (Keluarga
-Jepang : Usia produktif juga akan tetap sama, namun pertumbuhan penduduk mungkin tidak akan berubah dalam 20 tahun. Karena pemerintah Jepang sudah melakukan penanganan sejak lama, namun hal itu tidak menghasilkan apapun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar